PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN SENSORI MOTORIK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK CEREBRAL PALSY USIA PRAKOLAH
Keywords:
Media Pembelajaran, Sensori Motorik, Motorik Halus, Cerebral PalsyAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran sensori motorik terhadap perkembangan motorik halus pada anak Cerebral Palsy usia prasekolah, yang umumnya mengalami hambatan koordinasi jari, kekakuan otot, dan keterbatasan koordinasi tangan-mata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data mendalam mengenai perubahan kemampuan motorik halus anak selama intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dengan mengelompokkan temuan berdasarkan indikator seperti kemampuan mencubit, menggenggam, koordinasi tangan-mata, dan manipulasi objek kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, kemampuan motorik halus anak berada pada kategori rendah, ditandai dengan gerakan yang tidak stabil dan ketergantungan terhadap bantuan penuh. Setelah intervensi menggunakan media sensori motorik seperti manik-manik, playdough, puzzle, dan alat penjepit, terjadi peningkatan signifikan pada kekuatan jari, ketepatan gerak, fokus perhatian, motivasi, serta kemandirian anak. Intervensi juga memperbaiki integrasi sensorik dan mendukung neuroplastisitas melalui latihan berulang yang terstruktur. Secara keseluruhan, media pembelajaran sensori motorik terbukti efektif dan komprehensif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak Cerebral Palsy usia prasekolah serta memberikan dampak positif pada aspek kognitif, sosial, dan emosional mereka. Media ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran dan terapi yang dapat diterapkan oleh guru, terapis, maupun orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak Cerebral Palsy.






.png)


